Categories: Automotive and Transport

Mda Bali Dan Phdi Bali Sepakat Selesaikan Polemik Hare Krishna

Jika nantinya dari Kejaksaan Agung melalui tim pakem negara menyatakan, bahwa Hare Krishna masih dilarang, maka Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menilai bahwa urusan Hare Krishna sudah kelas. Nah, jika seandainya Hare Krishna masih dibiarkan ada, jadi standing orang yang ikut aliran itu di masyarakat adat Bali adalah sebagai Tamiyu, jadi bukan krama tamiyu dan tamiyu. Beberapa organisasi masyarakat Hindu diantaranya Swastika Bali, Cakrawayu, Puskor Hindunesia, dan Sandhi Murti menggelar rapat bersama Parisadha Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali terkait polemik aliran Hare Krishna dan International Culture for Krishna Consciousness yang tengah viral di media sosial. Kenapa saat menyebarkan bhakti sri krishna Para bhakta mengatakan mereka bukan menyebarkan agama hindu.

Sama seperti dharma dari gula adalah menjadi peanut, ini tidak berubah. Dengan cara yang sama, ada Dharma tertentu atau sifat dari jiwa, yang Sanatana, atau abadi. Mengikuti prinsip-prinsip Sanatana-dharma dapat membawa kita kepada keadaan yang murni memperoleh kembali identitas rohani kita yang terlupakan dan hubungan dengan Tuhan. Dengan demikian, pengetahuan tentang Veda dan semua literatur Veda, seperti pesan Krsna dalam Bhagavad-gita, serta ajaran-ajaran Upanishad dan Purana, tidak terbatas hanya “Hindu” yang terbatas pada wilayah tertentu atas planet atau keluarga kelahiran. Seperti setiap orang adalah makhluk rohani dan memiliki esensi spiritual yang sama seperti yang dijelaskan sesuai dengan prinsip-prinsip Sanatana-dharma, maka setiap orang harus diberi hak dan hak istimewa untuk memahami pengetahuan ini.

Hal ini tidak dapat diadakan untuk kelompok atau wilayah eksklusif suatu penduduk. Beberapa dari apa yang disebut “Hindu” peristiwa-peristiwa yang tidak didukung dalam literatur Veda, dan, karenanya, harus dianggap non-Veda.

Aksi Terekam Cctv, 3 Orang Remaja Mencuri Burung Milik Warga Di Denpasar.

Memang sangat susah mencari kebenaran di zaman kali tapi jangan sampai dibingungkan. Ketua PHDI Bali, Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana menjelaskan, pada pertemuan tanggal 22 Juli 2020 lalu dia bersama dengan tim mediasi PHDI Bali sudah menampung seluruh aspirasi masyarakat dan PHDI Bali sudah menindak lanjuti aspirasi masyarakat tersebut. Adapun langkah yang telah dilakukan PHDI Bali selama ini, yakni menyurati Kejaksaan Agung untuk menanyakan standing Keputusan Melarang Hare Krishna pada tahun 1984 tersebut apakah masih berlaku atau tidak.

  • Kegiatan pengerahan massa dinilai akan mengganggu kondusifitas di Kota Denpasar, terlebih saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.
  • Dan ini tidak harus dan tidak seharusnya benar-benar diabaikan atau dihindari.
  • Kita tentu saja dapat bekerja sama untuk pelestarian dan promosi budaya Veda tanpa kesulitan dengan orang-orang yang mungkin lebih suka menyebut diri mereka Polemik ISKCON Hare Krishna , mengetahui hubungan kita dengan tradisi Veda.
  • Dengan cara ini, Srila Prabhupada membedakan Kesadaran Krishna sebagai sebuah ke-universal-an, budaya dan gerakan spiritual yang dapat berdiri sendiri, sebuah bentuk Sanatana Dharma Veda yang terlepas dari kelompok agama tertentu dan perbedaan budaya.
  • Namun, ia masih menceritakan bagaimana pastinya ada orang India dan Hindu memiliki hubungan dengan apa yang disajikan dalam gerakannya.
  • ” Rapat gabungan memunculkan tim mediasi, komunikasi dan kordinasi terkait polemik HK di Bali. Masukan-masukan yang kita verifikasi dan kumpulkan sudah dibawa ke pusat tanggal 30 Juli dengan langsung menghadap dan diterima pak Wisnu,” kata Sudiana.

Kedua, PHDI Bali juga sudah menyurati Dirjen Bimas Hindu berkaitan dengan masukan dari masyarakat terkait dengan buku pelajaran Agama Hindu yang berisi ajaran Hare Krishna yang tidak sesuai dengan ajaran agama Hindu di Bali. Sesuai dengan hasil keputusan rapat bersama tersebut, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Nyoman Kenak, dan Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, A.A. Ketut Sudiana, meminta masyarakat khususnya umat Hindu di Kota Denpasar untuk tidak melakukan aksi turun ke jalan seperti demo atau aksi damai. Seperti diketahui, belakangan beredar pesan atau ajakan di media sosial tentang rencana aksi damai menolak Hare Krishna, Senin, 3 Agustus 2020. Kegiatan pengerahan massa dinilai akan mengganggu kondusifitas di Kota Denpasar, terlebih saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. ” Rapat gabungan memunculkan tim mediasi, komunikasi dan kordinasi terkait polemik HK di Bali. Masukan-masukan yang kita verifikasi dan kumpulkan sudah dibawa ke pusat tanggal 30 Juli dengan langsung menghadap dan diterima pak Wisnu,” kata Sudiana. Dengan cara ini, Srila Prabhupada membedakan Kesadaran Krishna sebagai sebuah ke-universal-an, budaya dan gerakan spiritual yang dapat berdiri sendiri, sebuah bentuk Sanatana Dharma Veda yang terlepas dari kelompok agama tertentu dan perbedaan budaya. Namun, ia masih menceritakan bagaimana pastinya ada orang India dan Hindu memiliki hubungan dengan apa yang disajikan dalam gerakannya.

Polres Jajaran Polda Jatim Terima Penghargaan Dari Kemenpan

Itu karena sanatana dharma bukan kepercayaan tapi kenyataan yang global. Ajaran sri krishna bukan hindu, bukan juga mlecha, mengakui otoritas weda. Weda bukan hindu bukan juga mlecha, tpi kebenaran mutlak, berlaku untuk semua.

Dan ini tidak harus dan tidak seharusnya benar-benar diabaikan atau dihindari. Kita tentu saja dapat bekerja sama untuk pelestarian dan promosi budaya Veda tanpa kesulitan dengan orang-orang yang mungkin lebih suka menyebut diri mereka Hindu, mengetahui hubungan kita dengan tradisi Veda. Namun, untuk tujuan-tujuan politik dan hukum mungkin nyaman untuk terus menggunakan nama Hindu untuk sementara waktu. Sampai istilah Sanatana-dharma atau Dharma Veda menjadi lebih diakui oleh hukum internasional dan masyarakat pada umumnya, “Hindu” dapat tetap berada di belakang istilah yang digunakan untuk pawai budaya Veda. Tapi dalam jangka panjang, itu adalah nama yang akan berubah dalam arti pandangan yang berbeda-beda karena kurangnya dasar linguistik yang nyata. Hanya didasarkan pada nilai-nilai orang-orang tempat di dalamnya, makna dan tujuan akan bervariasi dari orang ke orang, budaya ke budaya, dan tentu saja dari generasi ke generasi. Kita bisa melihat bagaimana hal ini terjadi dengan orang Inggris di India.

Namun jika tidak, Sukahet menegaskan agar pihak yang mengikuti aliran itu agar tidak melakukan kegiatan diluar asram, tidak memprovokasi masyarakat dan siap menerima konsekuensi di masyarakat adat Bali. Nah jika seandainya Hare Krishna masih dibiarkan ada, jadi standing orang yang ikut aliran itu di masyarakat adat Bali adalah sebagai Tamiyu, jadi bukan krama tamiyu dan tamiyu. DPRD Bali keluarkan sikap resmi atas polemik keberadaan ajaran Hare Krishna dan Sampradaya lainnya. DPRD Bali rekomendasikan bubarkan Hare Krishna kalau melanggar ketertiban umum dan ganggu kegiatan umat Hindu di desa adat seluruh Bali.

Jadi, akan ada pelestarian masalah dengan nama dan mengapa beberapa orang dan kelompok tidak akan mau menerimanya. Oleh karena itu, jalan spiritual Veda lebih tepat disebut Sanatana-dharma, yang berarti abadi, pendudukan jiwa yang tidak berubah dalam hubungannya dengan Yang Mahatinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*